PERBANDINGAN METODE EKSTRAKSI MASERASI DAN ULTRASOUND-ASSISTED EXTRACTION TERHADAP KADAR FENOLIK TOTAL EKSTRAK ETANOL DAUN KENIKIR (COSMOS CAUDATUS), PENGUJIAN SEM

Lestania, Oos (2023) PERBANDINGAN METODE EKSTRAKSI MASERASI DAN ULTRASOUND-ASSISTED EXTRACTION TERHADAP KADAR FENOLIK TOTAL EKSTRAK ETANOL DAUN KENIKIR (COSMOS CAUDATUS), PENGUJIAN SEM. Undergraduated thesis, STIKes 'Aisyiyah Palembang.

[thumbnail of Oos.pdf] Text
Oos.pdf

Download (7MB)
[thumbnail of Skripsi.pdf] Text
Skripsi.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)

Abstract

Latar belakang: Kenikir (Cosmos caudatus K.) merupakan tanaman yang dapat
ditemukan di wilayah Amerika Tengah dan Asia Tenggara (Cheng dkk., 2015).
Daun kenikir memiliki berbagai manfaat, seperti antihipertensi, antidiabetes,dan
antiinflamasi, serta meningkatkan sirkulasi darah, memperkuat struktur tulang,
dan mengobati luka (Amna dkk., 2013 Chan dkk., 2016 Rahman dkk., 2017).
Daun kenikir memiliki kandungan senyawa fenolik dan aktivitas antioksidan yang
tinggi. Ekstrak etanol dari daun kenikir memiliki aktivitas antioksidan dengan
nilai IC5072 μg/ml dan kandungan senyawa fenolik sebesar 377,1 mg GAE/g
sampel (Mediani dkk, 2013 Rahman dkk., 2016).Bahan yang digunakan dalam.
Tujuan: penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan fenolik total dari
metode maserasi adalah y 0,0012x + 0,7192 dengan R2 0,9417. Untuk kurva uae
adalah y 0,0003x+ 0,854 dengan R2 0,4286. Metode: maserasi dan uae
berdasarkan hasil perbandingan dari metode ekstraksi maserasi dan uae terhadap
kadar fenolitik pada ekstrak daun kenikir secara kualitatif
lebih banyak
mengandung senyawa fenolik dari metode maserasi. Hasil: berdasarkan hasil
yang diperoleh kadar total fenol untuk metode maserasi yang diperoleh yaitu
93,4704 mg GAE/g sedangkan untuk kadar fenolik uae yang diperoleh 30,107mg
GAE/g.
Kesimpulan: Berdasarkan hasil yang diperoleh efektivitas dari metode ekstraksi
maserasi dan UAE melalui pengukuran kadar sampel daun kenikir dengan
pengujian SEM yaitu Morfologi permukaan menunjukan bahwa permukaan sel
yang terlihat berlobang namun sedikit warna yg berbeda, tidak teratur, sehingga
banyak senyawa fitokimia yang keluar dari metode maserasi dengan pengujian
SEM 1500x sampai 2000x menghasilkan hasil yang bagus. di bandingkan dengan
metode UAE dengan hasil kurang jelas dan tidak terlihat ada rongga lobang jadi
kurang terlihat senyawa fitokimia yang keluar.
Kata Kunci
: Cosmos caudatus, asia, phenol, etanol, asteraceae,
switzerland,whey protein.

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Uncontrolled Keywords: Cosmos caudatus, asia, phenol, etanol, asteraceae, switzerland,whey protein.
Subjects: 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan > 615 Farmakologi dan terapi farmakologi
Divisions: Fakultas Kesehatan dan Teknologi > S1 Farmasi
Depositing User: admin perpus unisa
Date Deposited: 05 Feb 2026 16:23
Last Modified: 05 Feb 2026 16:23
URI: http://103.31.134.164/id/eprint/326

Actions (login required)

View Item
View Item