Safitri, Khorin tika (2025) Analisis peran apoteker pada program tuberkulosis di puskesmas kerinjing. Undergraduated thesis, Universitas Aisyiyah Palembang.
Civer_khorin tika safitri.docx
Download (784kB)
ABSTRAK_khorij Tika Safitri.pdf
Download (295kB)
bab l_khorin Tika Safitri.pdf
Restricted to Registered users only
Download (288kB) | Request a copy
bab ll_khorin Tika Safitri.pdf
Restricted to Registered users only
Download (380kB) | Request a copy
bab lll_khorin Tika Safitri.pdf
Restricted to Registered users only
Download (274kB) | Request a copy
bab lV_ Khorin Tika Safitri.pdf
Restricted to Registered users only
Download (567kB) | Request a copy
bab V_khorin Tika Safitri.pdf
Restricted to Registered users only
Download (162kB) | Request a copy
DAFTAR PUSTAKA_khorin Tika Safitri.pdf
Download (434kB)
lampiran_ khorin Tika Safitri.pdf
Download (1MB)
full bab_khorin tika safitri.pdf
Restricted to Registered users only
Download (3MB) | Request a copy
Abstract
UNIVERSITAS AISYIYAH PALEMBANG
FAKULTAS KESEHATAN DAN TEKNOLOGI
PROGRAM STUDI S1 FARMASI
Skripsi, Agustus2025
Khorin Tika Safitri
Analisis Peran Apoteker Pada Program Tuberkulosis di Puskesmas Kerinjing
XIX, 111 Halaman, 14 Tabel, 26 Daftar Singkatan, 5 Lampiran
ABSTRAK
Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia dengan angka kasus yang tinggi. Peran apoteker dalam program TB sangat penting untuk meningkatkan efektivitas pengobatan melalui edukasi dan pemantauan terapi. Namun, keterlibatan apoteker dalam pelaksanaan program TB di Puskesmas Kerinjing masih minim.Tujuan: menganalisis peran apoteker dalam program tuberkulosis di Puskesmas Kerinjing termasuk fungsi, edukasi, pengelolaan obat, kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain, serta kendala yang dihadapi.Metode: Penelitian kualitatif dengan pendekatan naratif menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis secara tematik untuk mendapatkan pola keterlibatan apoteker dalam program TB.Hasil: Apoteker berperan penting dalam pengelolaan logistik obat TB dan memberikan edukasi dasar kepada pasien terkait pola hidup sehat dan efek samping obat. Peran apoteker dalam pemantauan kepatuhan pengobatan dan edukasi langsung pasien masih terbatas, dominan diserahkan pada penanggung jawab program. Kolaborasi antara apoteker dengan dokter, tenaga laboratorium, dan petugas lain berjalan baik, namun keterlibatan apoteker dalam aspek pelayanan pasien perlu ditingkatkan. Kendala yang ditemui meliputi ketersediaan stok obat, kualitas sampel dahak, dan sarana pemeriksaan yang terbatas. Saran: keterlibatan langsung dalam memberikan edukasi dan Puskesmas juga perlumengadakanfasilitaspemeriksaanTesCepat Molekuler (TCM) perludiupayakansupaya diagnosis TB dapatdilakukandengancepat dan akurat.
Kata kunci : Apoteker, Edukasi, Kepatuhan Pengobatan,Program TB, PuskesmasTuberkulosis,,
| Item Type: | Thesis (Undergraduated) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Apoteker, Edukasi, Kepatuhan Pengobatan,Program TB, PuskesmasTuberkulosis,, |
| Subjects: | 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan > 613 Ilmu Kesehatan Umum dan keamanan |
| Divisions: | Fakultas Kesehatan dan Teknologi > S1 Farmasi |
| Depositing User: | UNISA User Mahasiswa |
| Date Deposited: | 31 Jan 2026 04:39 |
| Last Modified: | 31 Jan 2026 04:39 |
| URI: | http://103.31.134.164/id/eprint/272 |

