Taria, Popi (2024) PENERAPAN ART THERAPY MENGGAMBAR DALAM MENGHARDIK PASIEN DENGAN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI HALUSINASI PENDENGARAN DI YAYASAN BAGUS MANDIRI INSANI KOTA PALEMBANG TAHUN 2024. Diploma thesis, STIKes 'Aisyiyah Palembang.
Popi Taria.pdf
Download (7MB)
KTI.pdf
Restricted to Registered users only
Download (13MB)
Abstract
Latar Belakang : Halusinasi pendengaran adalah suara-suara yang dirasakan tanpa ada stimulus
eksternal. Prevalasi tertinggi fenomena ini adalah pada pasien yang didagnosis dengan skizofrenia
yaitu 70-80% Dimana cenderung dapat menyebabkan perilaku destruktif, seperti bunuh
diri dan pembunuhan. Art therapy adalah sebuah teknik terapi yang menggunakan media seni
untuk mengeksplorasi perasaan, mendamaikan konflik emosional, menumbuhkan kesadaran diri,
mengelola perilaku, mengembangkan keterampilan sosial, meningkatkan orientasi realitas,
mengurangi kecemasan dan meningkatkan harga diri. Terapi menggambar merupakan salah satu
bentuk psikoterapi yang menggunakan media seni untuk berkomunikasi. Media menggambar
dapat berupa pensi, kapur, berwarna, warna, cat, potongan-potongan kertas, alat mewarnai. Terapi
menggambar juga merupakan terapi yang mendorong sesorang memeperbaiki fungsi kognitif,
efektif, dan prikomontorik. Tujuan : Telah dilakukkan penerapan art therapy menggambar dalam
menghardik pasien dengan gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran di Yayasan Bagus
Mandiri Insani kota Palembang tahun 2024. Metode : Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik
dalam bentuk studi kasus yang mengeksplorasi penerapan art therapy menggambar dalam
menghardik pasien dengan gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran di Yayasan Bagus
Mandiri Insani Palembang Tahun 2024. Analisa data yang digunakan dalam studi kasus ini adalah
analisis deskriptif dengan cara mendeskripsikan data yang terkumpul untuk membuat suatu
kesimpulan. Hasil : Hasil evaluasi yang didapatkan pada pasien 1 dan 2 dengan masalah gangguan
persepsi sensori terdapat perubahan yang signifikan setelah dilakukan tindakan art therapy
menggambar pada pasien 1 dan pasien 2 halusinasi berkurang dan tidak lagi mendengar bisikan
bisikan. Pada pasien 1 di dapatkan hasil sudah tidak mendengar bisikan-bisikan orang marah lagi
pada saat sendiri dan pada pasien 2 suda tidak adalah keluhan lagi berupa bisikan-bisikan orang
menangis pada malam hari. Saran : Mempertahankan metode pembinaan lanjutan dimana pasien
gangguan jiwa yang dinilai mulai membaik dalam pemulihan mental diberi peran sebagai
pengasuh untuk mengasuh pasien lainnya dengan didampingi oleh perawat.
Kata Kunci : Art therapy, Menggambar , Menghardik, Halusinasi pendengaran.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Art therapy, Menggambar , Menghardik, Halusinasi pendengaran. |
| Subjects: | 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan |
| Divisions: | Fakultas Kesehatan dan Teknologi > D3 Keperawatan |
| Depositing User: | admin perpus unisa |
| Date Deposited: | 16 Feb 2026 06:20 |
| Last Modified: | 16 Feb 2026 06:20 |
| URI: | http://103.31.134.164/id/eprint/375 |

